SERANG, BANTEN – Lima tokoh nasional, masing-masing Gubernur Banten Andra Soni, Dirjen Polpum Bahtiar Baharuddin, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Komdigi Meutya Viada Hafid, dan Mendes PDT Yandri Susanto, mendapatkan apresiasi tertinggi dari Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) sebagai figur yang konsisten menjaga Kemerdekaan Pers berupa Penghargaan Pena Emas 2025.
Pena Emas diserahkan langsung Ketua Umum FPRMI, Bernadus Wilson Lumi pada malam Galadiner HUT ke-2 FPMRI yang digelar di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan KP3B, Kota Serang kepada Gubernur Andra Soni dan Dirjen Bahtiar Baharuddin.
Sementara Pena Emas bagi Menbud Fadli Zon dan Menkomdigi diserahkan pada acara Bedah Buku dan Malam Anugerah Pimred Award di Aston Serang Hotel & Convention Center, Serang Banten.
Sedang Pena Emas kepada Mendes PDT Yandri Susanto diserahkan secara khusus pada acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) lintas sektoral antara Kementerian Desa dan sejumlah lembaga negara serta organisasi kemasyarakatan, di Ballroom Kantor Kemendes PDT Republik Indonesia.
Profesional dan Berintegritas
Sementara saat menyampaikan sambutan Wilson Lumi menekankan bahwa sejumlah tokoh nasional ini mendapatkan penghargaan atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam mendukung kemerdekaan pers dan penguatan informasi publik.
Disamping itu, para figur ini konsisten dalam mendorong keterbukaan informasi serta menjalin kemitraan strategis dengan media massa untuk menciptakan ruang publik yang sehat dan terverifikasi.
“Pena Emas ini adalah wujud penghormatan terhadap mereka yang berdiri bersama pers, menjaga kebenaran dan mencerdaskan bangsa. Media tidak boleh mati di tengah gempuran informasi tidak terverifikasi dari media sosial,” ujar Wilson Lumi, saat Gala Dinner HUT FPRMI yang dipusatkan di Pendopo Gubernur Banten, Kamis malam (17/7/2025).
Penghargaan terhadap tokoh nasional itu diberikan dihadapan puluhan pimpinan redaksi dari 38 provinsi se-Indonesia yang hadir dalam perayaan ulang tahun ke-2 FPMRI.
Penghargaan ini menjadi simbol pengakuan terhadap peran pemerintah dan tokoh masyarakat dalam menjaga eksistensi media sebagai pilar keempat demokrasi.
Melalui penghargaan Pena Emas 2025, FPMRI berharap sinergi antara media dan pemangku kepentingan terus terjalin untuk menjawab tantangan zaman. “Pena Emas ini bukan sekear seremoni, tetapi menjadi momentum strategis memperkuat komitmen bersama menjaga media tetap hidup, profesional, dan berintegritas,” tandasnya. (*)

